Monday, 14 September 2015

"Saya Kecewa Berat"



HiBola – Ternyata tak selamanya materi bisa memuaskan manusia. Perasaan semacam itu yang sekarang dialami Sirvi Arfani. Kendati menyabet gelar top scorer Piala Kemerdekaan dengan torehan delapan gol yang berimbas pada penghargaan sepatu emas dan hadiah uang Rp 50 juta, pemain lulusan Persita U-21 itu mengaku kecewa berat. Apa alasannya?


“Kalau tak menghormati manajemen dan panitia Piala Kemerdekaan, saya malas datang lagi ke Surabaya hanya untuk menerima sepatu emas dan hadiah uang ini. Hati saya sedang galau. Semua ini tak ada artinya karena saya gagal membawa Persepam MU menjuarai Piala Kemerdekaan,” ungkap Sirvi, yang terpaksa terbang dari Jakarta ke Surabaya, Minggu (13/9/2015).


Sejak Persepam Madura Utama disingkirkan PSMS di babak semifinal lalu, manajemen memang ‘membubarkan’ tim dan memberi kebebasan pemain pulang ke rumah masing-masing. Sirvi pun mudik ke Tangerang.


“Saya baru datang Minggu sore dan langsung ke Stadion Gelora Bung Tomo. Rasanya iri dan ingin menangis melihat teman-teman PSMS bersorak dan mengangkat piala tadi. Saya membayangkan alangkah senang dan bangganya bila yang mengalami itu saya dan teman-teman Persepam MU,” ucap Sirvi.


Pemain berusia 23 tahun mengaku belum memiliki rencana akan diapakah hadiah uang dari Tim Transisi Kemenpora itu.


“Toh, sekarang saya juga belum menerimanya. Saya tak berpikir soal itu karena hati saya saat ini benar-benar kecewa berat. Padahal sejak penyisihan hingga perempat final, kami sangat solid dan optimistis bisa juara. Tapi, saya tak tahu kenapa saat semifinal permainan kami malah menurun drastis,” tuturnya.


Sebagai pemain profesional, Sirvi berharap kompetisi reguler segera diputar agar kelangsungan masa depan klub dan pemain semakin jelas. “Piala Kemerdekaan ini bagus untuk pemanasan klub dan pemain. Tapi, jangan sampai berhenti di sini. Tim Transisi atau siapa pun harus segera menindaklanjutinya dengan menggelar kompetisi resmi sehingga kami tak menganggur lagi,” harap Sirvi.





"Saya Kecewa Berat"

0 komentar:

Post a Comment